Tahun 2001 ini tuntunan
Tuhan sangat jelas bagi kita yaitu suatu masa dimana hujan awal dan hujan
akhir telah turun dengan lebatnya. Hari-hari ini adalah masa dimana Tuhan
sedang mencurahkan pengurapan dan berkatNya yang berlimpah-limpah. Banyak
orang menanti-nantikan hujan itu, namun bagi kita gerejaNya, tuntunan Tuhan
jelas yaitu sekaranglah waktunya hujan awal dan hujan akhir itu sedang
dicurahkan dengan deras.
Masalahnya adalah ketika
hujan yang lebat telah turun, apa yang harus kita lakukan untuk
mengantisipasinya? Sebab kalau kehilangan momentum lawatan Allah, kita tidak
tahu kapan hal itu akan terjadi lagi.
Saudara yang mengikuti
Retreat Pengerja di Berastagi atau Doa Pengerja di Jakarta bulan Desember
2000 lalu telah mengetahui bahwa tahun ini Tuhan memberikan prioritas kepada
kita untuk menoleh dan melayani ke bangsa-bangsa. Sebelumnya pada Retreat
Pengerja bulan Desember 1999 Tuhan memberitahukan bahwa kita harus
mengotonomkan cabang-cabang yang ada. Dan itu sudah dilakukan sepanjang
tahun 2000 yang lalu sampai sekarang. Otonomisasi tersebut dilakukan karena
mulai tahun 2001 dan seterusnya kita akan melihat penuaian besar-besaran
yang akan terjadi dalam pelayanan ini. Saudara akan lihat tahun 2001 Rayon
IV yang meliputi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akan mengalami
hujan yang sangat besar. Nubuatan ini sudah lama saya dapat namun baru
disampaikan sekarang.
Pada akhir tahun 2000 lalu
saya mendapatkan nubuatan untuk melangkah ke bangsa-bangsa, melayani dari
satu benua ke benua lain. Oleh sebab itu saya merasakan perlu untuk
mengangkat deputi gembala di rayon IV yang akan menangani operasional
pelayanan sehari-hari. Karena tahun 2001 ini tugas saya akan lebih banyak
dalam hal berdoa berpuasa mencari wajah Tuhan dan melangkah ke bangsa-bangsa
untuk menyampaikan pesan Tuhan.
Untuk melangkah ke
bangsa-bangsa tentunya ada urutan yang harus dilalui. Kisah Rasul 1:7-8
menuliskan,
JawabNya: "Engkau
tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri
menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun
ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh
Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Langkah pertama: melayani
di Yerusalem dulu, setelah itu baru melangkah ke Yudea, Samaria dan sampai
ke ujung-ujung bumi. Saya percaya bahwa peranan yang Tuhan percayakan untuk
melangkah ke bangsa-bangsa tidak akan berhasil apabila daerah Yudea dan
Samaria tidak ditangani dengan baik. Yudea dan Samaria berbicara tentang
jemaat lokal, kota dan daerah sekitar dimana kita berada. Kalau ini tidak
dikelola dengan baik, saya percaya pelayanan ke bangsa-bangsa itu tidak akan
ada artinya. Karena Tuhan akan mempercaya-kan perkara yang kecil terlebih
dahulu. Kalau kita lulus dalam perkara yang kecil baru Tuhan akan memberikan
perkara yang lebih besar.
Yudea dan Samaria adalah
langkah yang harus kita lewati untuk sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu saya
melangkah ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi
tanggungjawab Saudara. Saudara yang akan melayani di wilayah Yudea dan
Samaria, baru nanti pelayanan daripada Saudara akan menentukan keberhasilan
pelayanan di bangsa-bangsa. Dan sebaliknya, pada waktu saya memberkati
bangsa-bangsa, maka berkat bangsa-bangsa akan memberkati kita. Siapa yang
akan mendapat berkat bangsa-bangsa? Tentunya Saudara. Namun keber-hasilan
saya sangat tergantung kepada Saudara juga yang melayani di wilayah Yudea
dan Samaria.
Oleh sebab itu tahun 2001
ini kita tidak bisa melayani sendiri-sendiri. Tahun 2001 ini kita harus
bersama-sama dalam satu program yang terpadu. Satu program yang betul-betul
terpola dengan baik. Pada waktu saya mulai mengotonomkan masing-masing
cabang, otomatis tanpa perlu disuruh lagi, Yesaya 54:2-3 menjadi beban Anda.
"Lapangkanlah
tempat kemahku, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah
meng-hematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah tali-tali
kemahmu dan pancang-kanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan
mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat
bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi."
Apakah saudara mau
mendukung pelayanan di bangsa-bangsa? Saudara dapat melakukan itu dengan
melayani sebaik-baiknya di Yudea dan Samaria. Jangan tinggalkan wilayah
Yudea dan Samaria. Jangan puas hanya punya satu gereja. Hujan awal hujan
akhir, hujan yang lebat telah turun. Berkat yang berlimpah-limpah bagi umat
Nya. Banyak sekali manfaat daripada hujan sehingga ia identik dengan berkat
yang berlimpah-limpah.
Kalau Saudara mau menerima
lawatan dan berkat yang seperti hujan, maka Tuhan akan berkata, "Mana
wadahnya?" Siapkan wadah, tempat untuk menampung air hujan itu. Kalau
Anda tidak siapkan wadahnya, hujan akan terbuang dengan sia-sia. Namun kalau
Saudara siapkan wadah sebanyak-banyaknya, tempat itu bisa menampung air
hujan dalam volume yang besar. Sehingga hujan awal dan hujan akhir ini
Saudara bisa simpan baik-baik.
Coba perhatikan kegerakan
/ lawatan Tuhan yang secara besar-besaran di seluruh dunia. Lawatan ini
biasanya berlangsung tidak lama, singkat, hanya beberapa tahun. Wales tahun
1904 -1905 hanya sekitar dua tahun. Kupang, Ambon, Menado, lawatan Tuhan
berlangsung tidak lama. Di Menado api pernah turun dari langit sampai
pemadam kebakaran datang. Namun itu juga tidak lama. Saya percaya hujan itu
juga tidak lama. Jadi kalau Saudara tidak siap ketika hujan turun, akan
sangat rugi besar. Lihat Wales, dari 1904 sekarang tahun 2001, hampir
seratus tahun lawatan yang sama itu belum kembali juga. Oleh sebab itu
hari-hari ini saya mulai ingatkan lagi Yesaya 54:2-3.
Peter Wagner, pengarang
banyak buku tentang pertumbuhan gereja menuliskan dalam bukunya bahwa,
"Penginjilan paling efektif di muka bumi ini adalah dengan membuka
gereja baru". Anda bisa punya menara doa yang luarbiasa di gereja dan
berdoa minta hujan turun namun ketika itu terjadi dan Saudara tidak punya
wadahnya, air hujan akan ter-curah begitu saja tanpa dapat di-tampung. Atau
kalaupun di-tampung namun hanya punya satu wadah yang kecil, air hujan itu
hanya dapat ditampung sebatas tempat yang engkau sediakan.
Tuhan mengatakan bahwa,
"Hujan mengakibatkan tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan
gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak" (Yoel
2:23-24). Namun yang menjadi pertanyaan adalah, kalau Anda tidak punya
tempat pengirikan, apakah Tuhan akan mengirimkan gandumnya? Kalau anda tidak
punya tempat pemerasan, apakah anggur dan minyaknya dikirim oleh Tuhan?
Jawabannya pasti tidak sebab hal itu akan mengakibatkan gandum dan anggur
serta minyak akan terbuang dengan sia-sia. Kalau hari-hari ini anda
mempersiapkan diri untuk membuka wadah yang baru, untuk terus membuka
cabang-cabang yang baru, dan terus membuka tempat sebanyak-banyaknya, maka
saya percaya hujan akan turun dengan sangat lebatnya dalam kehidupan Saudara.
Amin.
PEMBANGUNAN BAIT SUCI
MENDATANGKAN BERKAT
Hagai pasal 2 ayat 16, 19
dan 20 dengan jelas menyebutkan bahwa pembangunan Bait Suci men-datangkan
berkat.
"Maka sekarang,
perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya. Sebelum ditaruh orang
batu demi batu untuk pembangunan bait TUHAN. Perhatikanlah mulai dari hari
ini dan selanjutnya - mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan
kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah
apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon
anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai
dari hari ini Aku akan memberi berkat!"
Firman tersebut
menggetarkan iblis sebab ia tidak suka bila kita diberkati. Namun pesan saya,
jangan takut untuk membuka gereja dan cabang baru. Mungkin Saudara akan
menghadapi goncangan yang makin besar karena hal itu. Namun makin besar
goncangannya, makin besar berkat yang akan Saudara terima dari Tuhan. Jangan
takut Anda kekurangan akibat usaha membuka banyak gereja dan cabang tersebut.
Saya sangat yakin akan berkat dari hujan awal dan hujan akhir itu. Saya
percaya kalau Saudara berjalan benar dengan Tuhan, berkat pasti tidak akan
habis-habisnya. Saya percaya pasti Tuhan siapkan berkat untuk membiayai
semua itu.
Sekarang hujan telah turun
bagi kita. Lakukan ketiga hal ini dalam kehidupan dan pelayanan Saudara.
Pertama, siapkan wadah
sebanyak-banyaknya. Jangan
ditahan-tahan, nanti Saudara akan sangat rugi. Mulai perhatikan kalau ada
gedung-gedung atau tempat-tempat yang kosong. Mulai membuka ibadah di tempat
itu. Hujan telah turun, Tuhan akan memberkati Anda dengan sangat luarbiasa.
Kedua, unity.
Dua tahun yang lalu Tuhan pernah berbicara pada kita tentang Penuaian Besar
seperti apa yang dilukiskan dalam kitab Yohanes pasal 21. Satu waktu Yesus
mendatangi murid-muridNya di pantai Danau Tiberias dan bertanya, "Hai
anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?" Jawab mereka, "Tidak
ada." Maka kata Yesus kepada mereka, "Tebarkanlah jalamu di
sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka
menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari
darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang
penuh ikan itu. Seratus lima puluh tiga ekor ikan besar-besar namun jala
mereka tidak koyak.
Saya beli satu buku di
Inggris yang menceritakan mengenai tradisi Yahudi pada waktu Tuhan Yesus
hidup. Ketika Kisah 20 saya buka di buku itu ternyata buku itu menceritakan
dua perahu berjalan seiring bersama-sama dan ditengah-tengahnya jala
berjalan seperti pukat harimau. Dalam Yohanes 21 dikatakan bahwa jalanya
tidak robek dan semua ikan yang didapat itu dapat ditampung. Mereka semua
bersatu (unity) untuk membawa ikan itu ke darat. Ini adalah kunci penuaian.
Penuaian 2001 tidak lagi bisa dilakukan sendirian karena lebatnya hujan yang
akan turun. Harus bekerjasama dengan gereja yang lainnya.
Ini adalah penting karena
Tuhan mulai berbicara kepada saya dari tahun lalu bahwa kita ini adalah
gembala kota. Saya akan bertanya berapa banyak penduduk kotamu, dan berapa
persen dari antaranya ada di gerejamu? Kita harus bekerjasama dengan yang
lainnya supaya bisa memenangkan kota. Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu
dengan para pemimpin gereja untuk berdoa bersama. Dalam pertemuan itu saya
diminta untuk memimpin dalam doa peperangan. Beberapa hari kemudian, sebelas
bom tersebar di Medan. Seharusnya bom ini diledakkan pada jam ibadah sedang
berlangsung. Tapi aneh bin ajaib, bom yang ada di Medan semuanya disetel
untuk meledak pada pukul 24.00 wib. Sangat tidak masuk akal. Saya percaya
mereka sebenarnya berencana menyetel jam 19.00 wib namun dibutakan oleh
Tuhan sehingga disetel jam 24.00 wib. Allah kita dahsyat.
Kenapa Tuhan melindungi
kota Medan dari serangkaian teror bom di malam Natal lalu? Karena
gereja-gereja yang ada di Medan bersatu (unity). Sekarang ini bukan masanya
lagi membanggakan gereja sendiri. Yang top itu Tuhan Yesus, kita ini hanya
hamba. Begitu kita mau unity, kita percaya Tuhan akan memberkati
berlimpah-limpah. Haheluya!
Ketiga, serius dengan
Tuhan. Hari-hari ini jangan
main-main, seriuslah dengan Tuhan. Lakukan segala sesuatu dalam pelayanan
seperti untuk Tuhan dan bukannya manusia. Jangan anggap enteng kehadiran
Tuhan. Karena lawatan Tuhan sekarang ini tergantung dari kesiapan kita
menerimanya. Terhadap orang yang setia Tuhan berlaku setia. Terhadap orang
yang tidak bercela, Tuhan berlaku tidak bercela. Terhadap orang yang
menganggap enteng, Tuhan juga berlaku seperti itu. Ada hukum tabur tuai, apa
yang kita tabur itu juga yang akan dituai.
Karena itu TUHAN
membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di
depan mataNya. Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap
orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang
suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang-orang yang bengkok Engkau
berlaku belat-belit. (2 Samuel 22:26-27).
Terkutuklah orang yang
melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang
menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah! (Yeremia 48:10)
Jangan lalai melaksanakan
pekerjaan Tuhan. Kalau Tuhan yang suruh, ikuti saja tanpa perlu membantah.
Saya ingat pengalaman sewaktu mulai membuka ibadah di Medan Plaza. Waktu itu
tidak ada uang sama sekali namun begitu mulai melangkah seketika itu juga
Tuhan menyediakan segala yang diperlukan. Roma 1:17 berkata, "Orang
benar akan hidup oleh iman."
Seriuslah dengan Tuhan. Kalau kita setia
pada perkara yang kecil maka Tuhan memberikan perkara yang lebih besar.
Kalau perkara kecil sudah tidak setia bagaimana Tuhan sediakan hal yang
lebih besar lagi. Tahun 2001 ini beberapa kontrak gedung tempat ibadah kita
sudah habis masa kontraknya. Hati-hati. Mungkin kelihatannya kecil namun
kalau tidak diperhatikan, bisa menghambat terselenggaranya ibadah di tempat
tersebut. Saya ingat Januari 2000 tahun lalu sempat hampir tidak bisa ibadah
di HDTI karena lalai memperhatikan masa kontrak gedung tersebut. Waktu kita
perhatikan perkara-perkara yang kecil Tuhan akan mempercayakan perkara yang
lebih besar lagi sehingga DIA membawa kita dari satu kemuliaan kepada
kemuliaan berikutnya. Amin.