|
Kemuliaan artinya hadirat Tuhan yang memiliki bobot atau nilai. Dalam
bahasa asli (salah satunya) dituliskan dengan kata KAVOD yang sepadan
dengan pengertian bobot. Pada waktu pentahbisan Bait Salomo, kemuliaan
Tuhan turun atas mereka sehingga tidak ada seorang imam pun yang tahan
berdiri (1 Raja-raja 8:10-11). Hal ini terjadi karena kemuliaan Tuhan
berbicara tentang satu hal yaitu bobot. Musa pernah berdoa minta diperlihatkan
seluruh kemuliaan Tuhan kepadanya (Keluaran 33:18). Tetapi Tuhan berkata,"Engkau
tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku
dapat hidup". Tuhan hanya mengijinkan Musa melihat punggung Allah. Kemuliaan
Nya menyala seperti api, gunung gemetar ketika hadirat Tuhan turun (Keluaran
19:16). Tidak mungkin seseorang melihat Tuhan karena Dia Maha Mulia sedang
manusia telah kehilangan kemuliaan.
Hari-hari ini kita masuk era gereja yang diberkati luar biasa dimana
Tuhan menyatakan kemuliaaan Nya lebih lagi. Ketika Musa turun setelah
hidup bersama Tuhan empat puluh hari, umat Israel tidak tahan melihat
wajahnya karena memancarkan kemuliaan Allah. Ada Shekinah Glory. Paulus
berkata, kemuliaan yang menyertai pelayanan yang membawa orang kepada
maut disertai dengan kemuliaan seperti itu terlebih lagi pelayanan yang
menyertai pelayanan roh yang membawa orang kepada kehidupan. Paulus katakan
kemuliaan yang dialami Musa tidak ada apa-apanya dibandingkan kemuliaan
gereja mula-mula (2 Korintus 3:7-8).
Era perjanjian baru, kemuliaan Tuhan begitu luarbiasa karena mengalami
hujan awal. Petrus dibaptis Roh Kudus dan disertai kemuliaan Tuhan yang
luar biasa. Waktu Petrus jalan, orang sakit di kiri kanan disembuhkan
Tuhan. Apakah mungkin kita mengalami hal seperti ini?. Di masa kita hidup
di penghujung dari akhir zaman menuju sangkakala dibunyikan dan Yesus
menjemput kita di awan-awan yang permai?
Pada waktu Yesus datang kali kedua maka Dia akan menunjukkan seluruh
kemuliaan Nya sehingga kita dapat melihat manifestasi sesungguhnya dari
Allah. Yohanes pernah melihat kemuliaan Kristus ketika di Gunung Tabor.
Melihat Tuhan dalam bentuk yang lain. Di pulau Patmos juga melihat dengan
jelas. Tetapi kemuliaan Tuhan akan dinyatakan lebih dahsyat lagi ketika
menjemput kita di awan-awan permai dan memerintah bersama seribu tahun.
Zaman ini akan hilang dan Tuhan janji akan mengangkat gereja yang siap.
Sebelum gereja mencapai tingkatan seperti mempelai Kristus maka Yesus
belum datang. Ini hari-hari dimana gereja dipulihkan dan mendapatkan kemuliaanNya
kembali. Kitab Yoel berkata akan terjadi hujan awal, dan itu telah terjadi
2000 tahun lalu di kamar loteng Yerusalem. Sebelum masa berakhir Yoel
katakan akan ada hujan akhir. Alkitab katakan volumenya dua kali hujan
awal. Jadi paling sedikit dua kali ganda. Namun pada hari yang sangat
terakhir, Tuhan memberikan hujan awal plus hujan akhir sekaligus. Artinya
Tuhan sedang menyediakan pengurapan yang berlimpah-limpah bagi gerejaNya.
Dalam satu Kebaktian Tengah Minggu hari Rabu di Medan Plaza, Tuhan menyatakan
kemuliaanNya sehingga kursi tiba-tiba bergoncang dan lampu di ruanganpun
bergoyang seperti terjadi gempa. Hal ini bukan hanya terlihat oleh saya
namun banyak jemaat memberikan kesaksian serupa ketika ditanyakan seusai
ibadah. Kami coba cek ke pengurus gedung Medan Plaza dan bertanya ke Meteorologi
apakah pada saat itu terjadi gempa di kota Medan. Namun ternyata tidak
ada gempa. Jadi yang mengalami hal tersebut hanya di ruangan ibadah yaitu
lantai 6 gedung tersebut. Hal-hal yang seperti ini akan lebih seringlagi
kita alami hari-hari ini yaitu pengurapan Hujan Awal dan Hujan Akhir sekaligus.
Saat Kemuliaan Tuhan hadir bagi umat Nya, seharusnya memberikan pengaruh
terhadap kota atau daerah yang dilawat. Seperti yang terjadi di Wales
(baca buku "Bila Allah Melangkah Turun dari Sorga"), dan Azusa Street
(gerakan awal Pantekosta abad ke 20).
Hari-hari ini Umat Tuhan harus mengalami pengurapan dari satu tingkat
kemuliaan kepada kemuliaan yang lain agar gerejaNya memiliki pengaruh
terhadap kota nya, bangsa dan negara karena Tuhan menjanjikan pengurapan
yang berlimpah-limpah di akhir zaman ini. Caranya:
- Menjaga Kekudusan Hidup
Roma 3:23 berkata bahwa,"Semua manusia telah berdosa dan kehilangan
kemuliaan Allah". Allah itu mulia, seharusnya manusia juga menggambarkan
kemuliaan Allah di muka bumi. Tetapi karena dosa, hal ini tidak dapat
terjadi. Sehingga Anak Tuhan tidak berani berkata, "bertemu dengan saya
sama artinya kamu bertemu dengan Tuhan Yesus" Padahal Alkitab berkata
bahwa kita diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan. Yesus pernah berkata
kepada Tomas, "Mengapa engkau bertanya Bapa kepadaKu, kalau kamu ketemu
Aku kamu telah bertemu Bapa di Sorga". Paulus berkata,"Ikutlah aku seperti
aku telah mengikut Yesus.
Orang yang tidak berani berkata seperti itu adalah orang yang telah
kekurangan bahkan kehilangan kemuliaan Allah. Waktu Adam dan Hawa jatuh
ke dalam dosa, tingkat kemuliaan nya berkurang. Berbuat dosa lagi makin
kurang lagi sehingga manusia sama seperti hewan yang tidak punya kemuliaan
karena terus menerus kehilangan kemuliaan Allah. Akhir zaman Tuhan minta
hidup kudus supaya gradasi dari kemuliaan Allah tidak terus menerus
merosot. Kekudusan akan membuat gradasi kemuliaan Tuhan tidak akan berkurang
dalam diri orang percaya. Kalau orang tingkah lakunya telah seperti
hewan (penyelewengan seksual, pemberang, dsb.) berarti kemuliaan Allah
telah meninggalkan dia.
- Menjadikan Tuhan sasaran (goal) hidupnya
Kemuliaan manusia ada tiga yaitu kekayaan, kemegahan, reputasi. Orang
bangga sekali kalau kaya dan punya reputasi artinya dia akrab dengan
kemuliaan manusia. Tetapi pada waktu Tuhan memilih Israel Dia katakan
kemuliaanmu ialah Tuhan sendiri. Tuhan memilih Israel untuk menukar
kemuliaan manusia dengan Tuhan itu sendiri.
Kita dipilih Tuhan menjadi Imamat Rajani dengan satu tujuan untuk mengganti
kemuliaan manusia dengan kemuliaan Tuhan saja. Banyak menejer dari middle
management yang bekerja all out karena itulah goal hidup mereka yaitu
kemuliaan manusia dalam bentuk kekayaan, kehormatan, kejayaan. Sebagai
orang percaya Allah mengubah kemuliaan manusia menjadi hanya Tuhan Semesta
Alam Raja Diatas Segala Raja
Kemuliaan gereja hanya satu yaitu Tuhan. Pertanyaaannya, waktu kita
stop berbuat dosa maka kemuliaannya juga stagnan disitu. Tapi bagaimana
kita bisa menambah sehingga melangkah dari satu kemuliaan kepada kemuliaan
yang lain?. Waktu Yesus hidup di dunia pelayanannya satu yaitu melulu
hanya menceritakan tentang bapaNya di Sorga karena itulah kemuliaanNya.
Terus menerus setiap saat dalam hidup dan pelayananNya Ia mengabarkan
apa yang telah dikerjakan BapaNya di Sorga. Dia menceritakan, mengabarkan,
mengkhotbahkan kata-kata yang telah Dia dengar dari BapaNya di Sorga.
Yesus sangat terobsesi akan Bapa.
Begitu melihat bahwa Tuhan Yesus memuliakanNya lebih dari segala hal
maka Bapa berkata,"AnakKu yang kukasihi, kepada Mu Aku berkenan. Aku
telah memuliakan namaKu dan Aku akan memuliakannya sekali lagi. Dan
Aku memberikan kemuliaanKu kepadaMu". Intinya: Waktu Anak memuliakan
Bapa maka IA mempercayakan kemuliaanNya menjadi bagian Yesus Kristus.
Tiba-tiba Tuhan singkapkan satu pertanyaan yang telah saya simpan belasan
tahun yaitu bagaimana mungkin manusia bisa menjadi seperti Allah. Dalam
Mazmur pasal 8 Daud pernah berkata'"Siapakah aku ini Tuhan sehingga
bisa menjadi sama seperti Allah?" Alkitab menceritakan terus menerus
bahwa manusia bisa mempunyai gambaran seperti Allah. Karena itulah rencana
Tuhan menciptakan kita yaitu segambar dan serupa dengan Allah. Jadi
tidak ada karakter (sifat) keturunan (mis. Orang Batak harus berwatak
keras) sebab semua anak Tuhan mempunyai sifat ilahi yang universal dimana
hidupnya penuh dengan buah roh dan karakternya mencerminkan kemuliaan
Tuhan. Kita diciptakan penuh dengan berkat Allah.
Kalau Saudara terus menerus memfokuskan kehidupan untuk memuliakan Tuhan
maka gradasi tingkat kemuliaan dan keakraban dengan Tuhan akan makin
dekat bahkan Tuhan bisa memberikan kemuliaan yang lebih dan lebih lagi.
Pertanyaannya, kemana Saudara mengarahkan hidup! Ada Hamba Tuhan yang
goal hidupnya bukan Tuhan (Bileam). Ada yang goal hidupnya reputasi.
Demi nama baik tidak rela ditunjuk kesalahannya di muka umum takut malu.
Lebih mementingkan reputasi daripada pertobatan. Kalau goal hidup hanya
Tuhan maka akan melangkah dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang
lain. Muliakan Dia dalam segala aspek kehidupan kita.
- Hidup Dalam Doa, Pujian dan Penyembahan
Intimacy atau keakraban yang lebih lagi dapat diperoleh ketika berdoa,
memuji dan menyembah Tuhan karena Allah hadir ditengah pujian umatNya.
Ketika umat Tuhan memuji menyembah Tuhan sujud kepadaNya maka Allah
hadir dengan kemuliaanNya. Dan kemuliaanNya akan mengubahkan kehidupan
Anda sehingga memperoleh kemuliaan yang baru dari Tuhan. Saudara mau
mendapatkan kemuliaan Tuhan yang lebih dan lebih lagi sampai kepada
tingkatan segambar dan serupa dengan Allah? Muliakan DIA lewat Pujian
Penyembahan.
Mazmur 115:8 berbicara tentang penyembahan berhala. Seperti itulah jadinya
orang-orang yang membuatnya dan semua orang yang percaya kepadanya.
Punya kaki enggak bisa jalan, punya mulut tidak bisa makan dsb. Tetapi
heran orang tetap membawa makanan kepadanya. Orang yang menyembah kepada
patung akan seperti patung. Orang yang pergi menyembah patung mukanya
tegang terus. Kalau menyembah Tuhan, kita akan sama seperti Dia.
Tingkat kekentalan kualitas suatu hadirat merupakan gambaran keakraban
Saudara dengan Tuhan. Tingkat kehadiran suatu kemuliaan dalam ibadah
sangat ditentukan oleh pemimpin dalam ibadah itu. Kalaupun Tuhan mau
memberikan kemuliaan yang lebih lagi pasti tidak akan tahan dan bahkan
jadi bingung.
Orang menyelam biasanya tidak bisa turun langsung bisa mengakibatkan
dekompresi yang membuat gendang telinga pecah. Jadi ada range waktunya
makin lama makin dalam dan itupun ada batasan kedalamannya. Tanpa bantuan
alat dia harus berhenti di tingkat kedalaman tertentu. Dan di setiap
tingkatan itu ada penyesuaiannya (aklitimasinya). Demikian juga dengan
kemuliaan Tuhan. Ingat kemuliaan Tuhan itu bobot. Jadi kalau belum sampai
di tingkatan seperti itu akan stop.
Seorang penyembah dapat dilihat dari kemuliaan Tuhan yang menyertai
pelayanannya. Itu sangat menggambarkan keakrabannya dengan Tuhan. Dalam
hal pray, praise and worhsip ini sangat transparan sekali tidak bisa
dibohongi. Seorang Hamba Tuhan yang memiliki hubungan dekat (akrab)
dengan Tuhan akan membawa jemaat juga pada kedalaman hubungan seperti
itu. Apa yang dia lakukan dalam kehidupannya setiap hari sangat menentukan
pelayanannya di depan jemaat.
Bagaimana caranya bertumbuh setiap hari dalam kemuliaan yang lebih lagi?
Sederhana saja yaitu muliakan Dia setiap saat dalam hidupmu. Inilah
yang kurenungkan setiap waktu nyanyian pujian dan pengagungan kepadaMu.
Kita bersuka hanya dalam Tuhan bukan pada harta, reputasi dan kemegahan
dunia ini.
Bagaimana cara kita memuliakan Bapa di Sorga?
Kehidupan sehari-hari di rumah sangat menentukan jalannya dari satu
umat Tuhan. Umat Israel pernah mengalami ikabod yaitu kemuliaan Tuhan
meninggalkan mereka pada waktu Imam menukarkan kemuliaan Tuhan dengan
sesuatu yang fana (harta, wanita, tahta). Setiap saat dalam hidup kita
harus memiliki kehausan dan kelaparan yang lebih lagi akan kemuliaan
Tuhan sebab Dia tidak ada batasnya. Dalam hal inilah Bapa ku dipermuliakan
yaitu jika kamu berbuah lebat. (Yohanes 15:8). Pujian dan penyembahan
hanya satu sisi. Kain di tolak dan Habel diterima karena kehidupannya
tidak berkenan kepadaNya.
Ada empat tingkatan kehidupan Kristen:
- Tidak berbuah
Kapak sudah tersedia dan dibuang ke dalam api. Masuk Neraka.
- Berbuah tapi kurang baik
Kehadiran kita justru menjadi trouble maker. Kehadirannya lebih
banyak menjadi masalah dari pada menjadi berkat. Sama dibuang ke
dalam api.
- Berbuah tapi sedikit
Dipotong (bersihkan) dengan pisau dengan harapan buahnya lebih
banyak lagi. Di proses Tuhan supaya lebih baik lagi keadaanmu.
- Berbuah lebat.
Hanya dengan berbuah banyak orang akan melihat dan Tuhan dimuliakan.
Jangan puas dengan buah sedikit sebab bagian akhir dari akhir zaman
Tuhan ingin kita berbuah lebat supaya namaNya dipermuliakan.
Kita bisa melihat tingkat keakraban dengan Tuhan dari buahnya. Bukan
setiap orang yang berseru kepadaku Tuhan Tuhan yang selamat tetapi
yang melakukan kehendak Bapa. Dari mana kita tahu orang ini melakukan
kehendak Bapa atau tidak. Yaitu dari buahnya. Akhir zaman Tuhan akan
mengerjakan tanda-tanda ajaib dan mujizatnya secara luarbiasa tetapi
dari mana kita tahu nabi benar atau palsu yaitu dari buahnya.
Hari-hari terakhir ini Tuhan hanya ingin menunjukkan bahwa Dia Allah.
Dengan cara Yesaya 45:1-2. Bagi orang yang diurapi Tuhan mengerjakan hal-hal
sebagai berikut: menundukkan bangsa-bangsa di depanmu, melucuti raja-raja,
membuka pintu-pintu di depanmu, berjalan di depan, meratakan gunung-gunung,
mematahkan pintu-pintu tembaga, mematahkan palang-palang besi. Mendapatkan
OTORITAS. Memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan kekayaan
yang tersembunyi. (ay.3) Inilah akibat urapan. Ini adalah hari-hari terakhir
pemindahan kekayaan dunia kedalam rumah Tuhan. Baca buku Morris Cerullo
mengenai "Pemindahan Kekayaan Terakhir".
Bagi yang mendapatkan pengurapan itu Tuhan akan memberikan hikmat sehingga
segala usaha akan berhasil oleh karena Tuhan menyertai. Kenapa Tuhan mau
memberkati supaya engkau Tuhan bahwa Akulah Tuhan Allahmu. Ketika kemuliaan
Tuhan yang memiliki bobot lebih itu turun, maka Ia membawa serta seluruh
kekayaanNya juga. Menjadi rencana Tuhan untuk menjadikan kita kaya di
dalam DIA.
Hari-hari ini Tuhan sedang memberikan kemuliaan yang lebih dan lebih
lagi bagi gerejaNya. Jangan puas hanya di satu tingkat kemuliaan saja.
Kejar terus dan berjalanlah dari satu kemuliaan kepada kemuliaan berikutnya
sehingga kita menjadi serupa seperti Kristus. Jaga kekudusan, jadikan
Tuhan sebagai tujuan dan senantiasa berdoa, memuji dan menyembah Dia,
maka engkau akan melihat kemuliaan Tuhan yang lebih lagi dalam hidupmu.
Tuhan memberkati.
|