Tranformasi Bagi Bangsa : Year of Intimacy - Intercession - Invasion





reachout
berbagi kasih dengan sesama
LAPORAN KEGIATAN ACEH

Minggu, 26 Desember 2004 pada pagi hari pukul 07:45 WIB, gempa bumi berkekuatan 8,9 Skala Richter yang disusul dengan gelombang air laut Tsunami telah melanda Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.  Ratusan ribu warga tewas dan luka-luka, sementara kerusakan dan kehilangan harta benda tak terbilang lagi banyaknya.  Lalu lintas jalan raya terputus dan lapangan terbang Iskandar Muda yang terletak di ibu kota Banda Aceh porak poranda, sehingga jalur penerbangan terputus.

Satu hari setelah gempa dan tsunami, dua tim dari GBI Jl. Iskandar Muda No. 321, Medan segera bergerak menuju NAD melalui darat karena pesawat yang menuju ke Banda Aceh belum bisa beroperasi akibat terputusnya jalur penerbangan.  Dua tim ini disusuli oleh tim dari City Harvest Church, Singapore. 

Sepanjang perjalanan, tim hanya melihat mayat-mayat yang bergelimpangan di jalan dan juga di sungai.  Banyak gedung-gedung yang runtuh dan jalan diselimuti oleh lumpur yang tebal.

Tujuan pertama dari tim adalah untuk mencari lokasi untuk mendirikan posko medis dan bantuan logistik.  Puji Tuhan ada sebuah rumah sakit tentara di Jl. Teuku Hamzah yang masih utuh, dan tim diberikan ijin untuk mendirikan posko di sana.  Posko ini diberikan nama Posko GBI/CHC.

PELAYANAN MEDIS
Setelah berdirinya posko pertama di Rumah Sakit Tentara, posko induk di GBI JL. Iskandar Muda No. 321 mulai mengirimkan barang bantuan, terutama obat-obatan, alat medis, minuman, makanan dan kantong mayat dalam jumlah yang besar.  Tim-tim medis dan sukarelawan juga dikirim setiap minggu.  Dukungan yang luar biasa kami dapatkan dari City Harvest Church Singapore dan Word of Life International,Swedia yang  mengirimkan tim medis dan bantuan obatan-obatan secara rutin.  Tim Medis dari Graha Medika dan GBI Pekan Raya Jakarta juga turut memberikan bantuan medis yang luar biasa.

Skala kerusakan dan jumlah jiwa yang tewas akibat gempa dan tsunami di NAD sangat besar, sehingga tenaga profesional untuk mengangkat dan mengubur mayat-mayat sangat kekurangan.  Tiga hari setelah bencana alam tersebut, mayat-mayat masih banyak yang bergelimpangan, dan masyarakat mengkhawatirkan akan terjangkitnya wabah Kolera jika dalam 3-4 hari mendatang ribuan mayat busuk dan berulat di kota itu tidak segera dikebumikan secara massal.  Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut, saudara-saudara dari Word of Life International segera mengirimkan vaksin kolera dalam jumlah yang banyak.

Setelah satu minggu beroperasi di posko Rumah Sakit Tentara, tim GBI/CHC membuka posko baru di Kantor Camat Baiturrahman karena sudah ada banyak tim medis yang juga membuka posko dan memberikan bantuan di Rumah Sakit Tentara, sehinnga tempat untuk menampung pasien di sini menjadi terlampau padat.  Selain melayani pasien di posko, tim medis juga mengobati pasien di desa-desa dengan cara membuka klinik 'mobile'.

Jumlah pasien yang telah dilayani sampai pada hari ditutupnya posko medis pada pertengahan bulan Februari 2005 adalah sebesar 25.327 pasien, dengan jumlah pasien yang dibedah sebanyak 2.075 pasien, dan pasien umum sebesar 23.252 pasien.

PENYALURAN BANTUAN SANGAN PANGAN
Selain bantuan medis dan obat-obatan, bantuan sangan pangan berupa makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari juga disalurkan.  Beberapa donatur dari luar negeri, melalui Yayasan Kasih Peduli Mesyarakat Indonesia, bekerja sama dengan kami untuk menyalurkan 5.200 paket berisi makanan dan minuman yang tiap paket berisi kebutuhan hidup satu orang selama satu minggu.  Ada tiga tipe paket yang disalurkan, yaitu paket untuk anak-anak, paket untuk wanita, dan paket untuk pria.  Paket-paket ini disalurkan langsung kepada para korban bencana di Aceh dan juga kepada pengungsi yang berada di Medan dan Binjai.

Sebulan setelah terjadinya bencana alam di NAD, sebagian dari pengungsi ingin kembali ke daerah asalnya. Untuk membantu meringankan beban mereka dalam memulai kehidupan baru, kami menyalurkan bantuan 250 paket keperluan dapur.